Yayasan Kertagama

Mengabdi untuk Budaya Negeri
Memberikan sumbangsih demi kokohnya kebudayaan nasional

News & Agenda

READ NEWS

Keynote Speaker Semiloka Ruwatan di Institute Javanologi UNS

Solo, (08/08/2016), Institute Javanologi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan Yayasan Kertagama menyelenggarakan Semiloka Ruwatan bertema: "Ruwatan: Transformasi Nilai dan Implementasinya dalam Masyarakat Jawa Kekinian", Semiloka ini mengundang Dr. Sri Teddy Rusdi selaku Ketua Yayasan Kertagama sebagai Keynote Speaker. Rangkaian acara Semiloka berlangsung secara meriah dengan diawali sambutan dari Wakil Rektor UNS dan sekaligus membuka acara semiloka. Pembukaan acara semiloka dengan menabuh gong sebanyak 5x (sebagai simbol Pancasila). Acara pembukaan diikuti dengan tarian batik (batik dance) yang dipentaskan oleh Leona dan Dimas Mahasiswa Seni rupa dan design UNS dan Pagelaran Wayang ruwat Sudamala.

Pada pidato kunci (keynote speaker), Dr. Sri Teddy Rusdy menyampaikan pandangannya tentang Ruwatan dari aspek pemikiran filosofis masyarakat Jawa. Menurut Dr. Sri Teddy ruwatan merupakan tradisi yang tidak dapat terlepas dari peradaban masyarakat Jawa. Ruwatan memiliki basis filosofis dalam tradisi dan kebudayaan masyarakat jawa sebagai upaya melepaskan diri dari pengaruh kejiwaan (dalam arti buruk, misalnya ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran, dll). Ruwatan didalamnya merupakan perilaku spiritual (sebagai relasi antara manusia dan adi kodrati) untuk menghilangkan ketakutan "psikologis" manusia. Setelah Keynote speech disampaikan acara kemudian dilanjutkan dengan pokok-pokok pikiran para pakar untuk membedah hakikat ruwatan dalam berbagai perspektif seperti Prof. Sahid melalui riset lapangannya yang menunjukkan beberapa pandangan tentang ruwatan di masyarakat. Pandangan pertama, menerima ruwatan sebagai tradisi dan pandangan sampai pada pandangan yang menolak ruwatan. Pemateri selanjutnya ialah Prof. Dr. Sutarno, yang melihat ruwatan dari perspektif antropologis, melalui penelitian tentang ruwatan yang dilakukan di Sragen dan Delanggu, serta pengamatan di UI jakarta tentang ruwatan budaya. Prof. Sutarno merumuskan tiga persoalan mendasar pertama. Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam ruwatan, kedua, mengapa ruwatan masih dilakukan dalam era modern. Ketiga, apa relevansi nilai-nilai ruwatan dengan kehidupan sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruwatan memiliki kekuatan magis dan religius. Substansi ruwatan ialah menjembatani kehidupan. Ruwatan memiliki aspek sosial, moral, dan estetika. Ruwatan memiliki sifat nilai yang normatif supaya orang yang melakukan ruwatan dapat mengikuti tatanan norma yang ada. Tradisi ruwatan dalam konteks pengamatan di UI Jakarta merupakan reaksi terhadap modernisasi. Relevansi ruwatan dalam konteks kekinian ialah untuk menanamkan karakter.

Jadwal Kegiatan Semiloka

Keynote Speaker: Dr. Sri Tedy Rusdi (Ketua Yayasan Kertagama Jakarta) Pembicara:

  • Prof. Dr. Soetarno, DEA. (ISI Surakarta) Sub Tema: Tradisi Ruwatan dalam Konteks Budaya Lokal Jawa
  • BSW. Aji Kusumo (Ndalem Pujokusuman Yogyakarta) Sub Tema: Falsafah Ruwatan dan Nilai Ketuhanan
  • Seno Hadisumarno (Padhepokan Gedong Putih) Sub Tema: Implementasi Ruwatan Sudamala dalam Konteks Masyarakat Kekinian
  • Ki Yatno Gondo Darsono (Dalang Ruwat Ponorogo) Sub Tema: Transformasi Nilai Ruwatan dalam Budaya Islam di Ponorogo Jawa Timur
  • Prof. Drs. Pawito, Ph.D. (Institut Javanologi LPPM UNS) Sub Tema: Resistensi Ruwatan Jawi
  • Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si. (Karaton Kasunanan) Sub Tema: Aktualisasi Nilai-nilai Ruwatan dalam Tradisi Kraton Kasunanan